Wednesday, November 27, 2019

Aku dan 6 Keyboard Pianoku

Hallo boys and girl kali ini aku ingin berbagi cerita ku tentang aku dan keyboard pianoku. Semoga dengan ini kalian lebih mengenal penulis putri blogger dan tetap saling support ya. Yuk mari simak sedikit ceritaku.

Kalian pasti belom tau kan apa hobby ku ,yaa dari kecil aku suka banget bermain musik. Salah satu musik yang aku sangat sukai adalah keyboard/piano.Ceritanya gini dulu aku merupakan bagian dari drum band TK Aisyah Aba Dahromo, bagianku memegang belera. Tau kan belera??? itu loh yang bunyinya ting ting....

Nah setiap hari aku latihan bersama teman-teman untuk lomba di purawisata. Setelah latihan belera itu aku bawa pulang sama seperti teman-teman ku tujuannya agar bisa berlatih di rumah.

Hari demi hari berlalu..
rasanya jalan dengan menggendong belera, tubuh mungilku ini serasa capek sekali. Dan kala itu aku pulang, wow supres.. ayahku pulang dari jakarta membawa keyboard mungil yang hanya ada beberapa oktaf saja. "wahhh bagus sekali " waktu itu sangat girang sekali.


Pagi harinya ayahku membuatkan meja kecil untuk meletakkan keyboard itu. Indah sekali, aku mencoba memainkan keyboard itu dengan lagu yang diajarkan di sekolahan ku dan nadanya "kemarin paman datang....."  ihhhh suaranya sangat merdu. Aku memainkan nya setiap hari sampai jam 9 pun aku masih bermain keyboard itu.

Tahun 2006 gempa mengguncang daerah ku yaitu Yogyakarta. Rumahku roboh tak tersisa hanya ada satu lemari berdiri kokoh yaitu lemari pakaianku dan orang tuaku. Betapa sedihnya aku keyboard yang belom lama aku pake kini telah remuk dihantam goncangan itu. Aku keluar dan menangis "aku radue omah meneh aku ar tinggal nendi" maklum masih kecil usiaku waktu itu. Akhirnya kami semua mengungsi di RT 4 letaknya di alas atas karena waktu itu terdengar ada yang bilang tsunami jadi menambah takut dan khawatir.

lanjut ke pergantian keyboard ya teman-teman. Setelah kejadian gempa itu beberapa bulan kemudian ayahku sudah membuat rumah lagi wapaupun masih belom sempurna tetapi bisa untuk istirahat. Alhamdulillah hari hari berikutnya gempa sudah mulai reda dan kami bisa kembali beraktifitas seperti biasanya.

 Hemm aku rindu bermain keyboard lagi tapi uang tidak cukup untuk membelinya kemudian ayahku mengajak aku ke toko gitar, ternyata ayahku ingim membelikan aku gitar, aku sangat senang sembari aku nabung buat beli keyboard lagi aku bisa bermain gitar. Akhirnya gitar yamaha berwarna biru aku bawa pulang. Waktu itu harga masih 400 maklum hanya buat hiburan dirumah.

Aku bermain gitar dirumah sambil bernyanyi, saat aku sedang sedih maupun senang, aku mencari not chord untuk aku mainkan. Namun sayang tak lama kemudian gitarku hancur dibanting oleh adek keponakanku.. yah aku tidak ada teman untuk bermain lagi. Musik sudah sangat melekat dalam diriku aku dikenalkan musik oleh ayahku sejak aku masih kecil dan belum sekolah.

Aku berniat membeli keyboard selanjutnya dan ini keyboard ke 5 ku. Aku bersama ayahku keliling jogja untuk membeli satu alat musik yang sangat aku sukai aku lupa waktu itu aku beli dimana namun yang pasti pertama kali aku memasuki pasar Beringharjo Yogyakarta dan ketemu keyboard hitam suaranya bagus sekali namun harga mencakup 2 juta lebih.

Sayang aku tak punya uang sebanyak itu akhirnya aku dan ayahku melanjutkan lebih jauh untuk membeli keyboard baru dan dapat di toko X. Aku membawa pulang keyboard itu dan aku sangat bahagia keyboard itu lebih besar dari sebelumnya banyak lagu-lagunya banyak tombol-tombolnya dan ada mic buat karaoke. Lagi lagi keyboard itu tak bertahan lama huhuhu. Karena tuts keyboard pada mati dan suaranya sudah tidak enak didengarkan.

Akhirnya tak berapa lama kemudian ibukku berkata sama aku nak ibuk janji jika ibuk memperoleh arisan akan ibuk berikan keyboard buat kamu..wuaaa betapa alhamdulillah nya aku. Malam ahad pun datang dan ternayata benar ibuk memperoleh arisan 1 juta lebih kemudian aku dan ayahku langsung perginke toko musik untik membeli keyboard ke 6.

 Emang rezeki yaa keyoboard itu bonus beserta penopangnya lebih besar dan biasa untuk acara-acara seperti pernikan keyboard itu aku pakai buat latihan bersama teman-teman ku untuk lomba di SMK ku dan alhamdulillah kami memperoleh juara lagi. Keyboard ini mempunyai banyak kenangan bersama aku bersama gundahku, sepiku, bahagiaku. Sampai sekarang masih berdiri kokoh di pojokan kamarku yang selalu menemani setiap hariku.

Beberapa bulan aku tidak bermain keyboard lagi, aku sudah lulus SMK dan aku bekerja di salah satu swalayan gajiku mencakup 1.4 lebih dikit. Buat keperluan sehari-hari alhamdulillah sangat cukup sampai-sampai ujian menimpa keluarga kami, ayah harus masuk operasi pada tahun 2017 dan ibuku harus operasi juga pada tahun 2018 bersama kakaku yang saat itu juga operasi.

Rasa kesepian tambah menjadi-jadi. Sampai aku bertemu dengan pemuda yang datang tanpa sengaja, memiliki humor yang tinggi, pintar, cakep, dan selalu menghiburku. Dia selalu memberikan semangat untuk tetap kuat dan terus mendoakan yang terbaik buat keluargaku. Dia sampai tidak bekerja untuk menemani aku di rumah sakit.

Hari pun berlalu dan alhamdulillah keluargaku kembali sehat seperti biasanya. Bisa menjalankan aktifitas dan bercanda tawa seperti biasanya. Ini merupakan cerita asli dari aku dan 6 keyboardku.

Pesan dari cerita ku ini adalah kita semua pasti mempunyai keinginan dan keinginan itu tidak bisa langsung terwujud harus berkorban harus ada kesabaran dan kegigihan untuk menggapai keinginan itu. Ujian pasti ada dalam kehidupan jalani dengan tabah dan sabar ,akan ada hal indah setelah kamu merasa kesulitan setelah kamu terbebani,setelah kamu merasa sendiri akan ada orang yang berdiri di dekatmu yang memberikan support untuk kamu bangkit.

Terimakasih dan see you.


Yogyakarta, 28 November 2019

            ttd

  Arvina Qoirunnisa




This Is The Newest Post


EmoticonEmoticon