Thursday, November 14, 2019

Gejala Dan Tanda Trauma Abdomen

Hallo boys and girl kembali lagi bersama saya di blog putri blogger. Pada kesempatan kali ini saya akan membagikan artikel seputar kedokteran. Sebelumnya apakah kalian tau apa itu abdomen? abdomen adalah istilah dari kedokteran atau kalau kita biasanya menyebutnya dengan perut.


Rongga abdomen dibatasi oleh bagian atas oleh diafragma, bawah oleh pelvis, depan oleh dinding depan abdomen, dan belakang oleh dinding belakang abdomen dan tulang belakang. Nah boys and girl trauma abdomen adalah cedera yang serius yang harus segera ditangani. Langsung saja kita bahas ulasan berikut gejala dan tanda trauma abdomen.

Namun sebelumnya saya akan mengenalkan jenis-jenis trauma abdomen. Trauma abdomen dibagi menjadi 2 :

Trauma Tumpul

Akibat trauma tumpul dapat mengakibatkan rusaknya organ padat atau berongga yang dapat menyebabkan ruptur dengan pendarahan sekunder dan peritonitis. Pada penderita karena trauma tumpul organ yang paling sering terkena yaitu lima (40-55%), hati dan hematoma retroperitoneum.

Trauma Tajam

Luka tusuk dan luka tembak menyebabkan kerusakan jaringan karena laserasi atau terpotong. Luka tembak kecepatan tinggi mengalihkan lebih banyak energi pada organ-organ abdomen mengingat peluru mungkin berguking atau pecah sehingga menambah efek cedera yang lebih berat.

Gejala Dan Tanda Trauma Abdomen 


Gejala dan trauma abdomen dibagi menjadi 2 yaitu :

1. Pecahnya Organ Solid


Hepar atau lien yang pecah akan menyebabkan pendarahan yang dapat bervariasi dari ringan sampai berat dan bahkan kematian. Berikut gejala dan tandanya :

-Gejala pendarahan secara umum dimana penderita tampak anemis (pucat) dan bila pendarahan berat akan menimbulkan gejala dan tanda dari syok pendarahan.
- Gejala adanya darah intra peritoneal, penderita akan merasa nyeri abdomen yang dapat bervariasi dari ringan sampai nyeri hebat. Pada auskultasi biasanya bising usus menurun. Tanda ini bukan merupakan tanda yang dapat dipercaya karena bising usus menurun pada banyak keadaan lain. Pada pemeriksaan akan terasa bahwa abdomen nyeri tekan, kadang-kadang ada nyeri lepas dan defance muscular (kekuatan otot) seperti pada peritonitis.

2. Pecahnya Organ Berlumen


Pecahnya gaster, usus halus atau calon akan menimbulkan peritonitisyang dapat timbul cepat sekali (gaster) atau lambat. Pada pemeriksaan penderita akan mengeluh nyeri seluruh abdome. Pada auskultasi bising akan menurun, pada palpasi akan ditemukan defance muscular, nyeri tekan, nyeri tekan lepas. Pada perkusi akan nyeri pula. Biasanya peritonitis bukan merupakan keadaanyang memerlukan pe angan sangat segera sehingga jarang menjadi masalah pada fase pra hospital.

Apabila trauma tajam, maka kadang-kadang akan ditemukan bahwa ada organ intra abdomen yang menonjol keluar (paling sering omentum, bisa juga usus halus atau calon). Keadaan ini dikenal sebagai eviserasi.

Trauma ginjal akan menyebabkan pendarahan yang tidak masuk Rongga peritoneum (organ Ekstra peritoneal). Jarang pendarahan dari ginjal akan menyebabkan shock walaupun bisa gejala lain pada trauma ginjal adalah kebanyakan penderita ini akan buang air kecil kemerahan atau berdarah (hematuria).

Untuk itu harus dilakukan pemeriksaan yang cepat dan tepat untuk menilai kegawatan pada trauma abdomen


1. Anamnesa

Menanyakan riwayat penderita. Pertanyaan meliputi kecepatan, jenis tabrakan, posisi penderita, arah tabrakan, dan sebagainya. Keterangan ini dapat diberikan oleh penderita, penumpang lain, polisi atau petugas di lapangan. Keterangan vital pada perawatan pra rumah sakit juga harus diberikan oleh petugas yang memberikan perawatan pra rumah sakit.

2. Pemeriksaan Fisik

 Inspeksi = penderita harus dibuka pakaiannya untuk melihat adanya jejas di abdomen, periksa adanya gkresan, robekan, luka tembus, benda asing yang me cap, keluarnya omentum atau usus kecil.

Auskultasi = Melalui teknik ini apakah ada bising usus atau tidak.

Perkusi = Dilihat apakah terdapat bunyi timpani akibat adanya diatasi lambung akut atau bunyi redul bila ada hrmoperitoneum.

Palpasi = perabaan yang tegang dari dinding perut (defance muscular) adalah tanda yang khas dari iritasi peritoneum.

Tindakan Khusus 


- Pemasangan Pipa Lambung

Tujuan dari tindakan ini untuk mengurangi diatasi akut gaster, dekompresi abdomen dan mengeluarkan isi abdomen sehingga mengurangi resiko terjadinya aspirasi.

- Kateterisasi Kandung Kemih

Tujuannya untuk menghilangkan retensi urin, dekompresi kandung kemih dan oemantauan produksi urin sebagai tolak ukur perfusi jaringan.

- Abila Ditemukan Usus Keluar

Cukup menutupnya dengan kada ster yang lembab supaya usus tidak kering. Apabila ada benda menancap jangan dicabut tetapi dilakukan fimsasi benda tersebut terhadap dinding perut.

Pemeriksaan Penunjang


Pemeriksaan Darah dan Urin
Rontgen
Urethrografi
Sistografi
DPL
IVP
USG
CT Scan

Oke boys and girl saya sengaja jelaskan secara lebar agar kita bisa memahami bersama-sama dan apabila terjadi hal tersebut kita bisa segera tindak lanjut. Semoga bermanfaat ya boys and girl. Terima kasih sudah mampir dan See you.

   


EmoticonEmoticon